Perkembangan kendaraan listrik di Indonesia semakin pesat dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini tidak lepas dari upaya pemerintah dan pelaku industri untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan menciptakan transportasi yang ramah lingkungan. Kendaraan listrik menjadi solusi yang tepat untuk mengatasi masalah polusi udara dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.
Menurut Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Dadan Kusdiana, perkembangan kendaraan listrik di Indonesia menawarkan peluang yang besar. “Dengan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia memiliki potensi besar untuk mengembangkan kendaraan listrik,” ujarnya.
Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa masih ada tantangan yang harus dihadapi dalam pengembangan kendaraan listrik di Nusantara. Salah satunya adalah masalah infrastruktur pengisian daya. Menurut data Kementerian Perindustrian, saat ini terdapat kurang dari 1.000 stasiun pengisian daya kendaraan listrik di seluruh Indonesia. Hal ini tentu menjadi hambatan dalam memperluas penetrasi kendaraan listrik di tanah air.
Pakar transportasi dari Institut Teknologi Bandung, Bambang Susantono, menyarankan agar pemerintah dan pelaku industri bekerja sama untuk mengatasi tantangan tersebut. “Dibutuhkan kerjasama antara pemerintah, swasta, dan masyarakat untuk membangun infrastruktur pengisian daya yang memadai,” tuturnya.
Meskipun demikian, perkembangan kendaraan listrik di Indonesia tetap menjadi momentum yang tidak boleh dilewatkan. Peluang untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan menciptakan transportasi yang ramah lingkungan harus dimanfaatkan sebaik mungkin. Dengan kerja keras dan kolaborasi yang baik, diharapkan kendaraan listrik dapat menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia dalam waktu yang tidak terlalu lama.